Sunday, October 13, 2013

Compliments

Have you ever thought that complimenting someone important in your life is a way to show how grateful you are to have them? Receiving compliments isn't an easy task either, well at least for me, I'd be more comfortable giving them than receiving.  However, sometimes, whether we like it or not, we need to hear a compliment about ourself and we also need to compliment the people we love cause we never know if we'll ever have another chance to do so. Watch this and tell me you don't feel moved? :')


Saturday, September 28, 2013

presumptions

Isn't it funny how time works. Sometimes we're so sure that we're ready for something but it just never happens, while in other times we have no clue whats happening but it just does, right in front of our eyes.
I remember always feeling intimidated by the thought of having such a mysterious future. Scared of the thought that i might become a total failure in every single aspect. Not ready to be faced with those questions that will always become other people's expectations. But I guess now I have realised something different. 
"Allah itu sesuai prasangka hambaNya."
God will always meet our presumptions. Meaning if we do have faith in Him, then He will eventually give us what we need, at the right time, at the right place.
I realised that I was feeling scared and intimidated cause I had no control on what will happen in the future. No matter how hard I would plan or try, the last decision is still not mine to make. Why was I scared? Because I wasn't sure there would be "someone" there to catch me when I fall, without realising that He was always there. Always. Waiting for me to ask Him for His help.
Yes, thats what I had forgotten, I forgot to ask. Being such the snob that I am, I forgot the most important aspect in my life.
Sometimes we're so busy denying the things around us that we forget to ask for help. But when we do eventually take the time to do so, there would be no problem unturned nor unsolved.

Allah always has better plans for us, even when we think they aren't. :)

*Just a self reminder to end the night*



Wednesday, July 10, 2013

1 Ramadhan 1434H


Alhamdulillah, masih diberi kesempatan buat merasakan indahnya bulan Ramadhan. Bulan yang dinanti-nantikan ini akhirnya dateng juga. Baruuuu juga hari pertama tapi Allah sudah langsung membuktikan keagungan-Nya. Mengingatkan agar Dhilla lebih banyak bersyukur. Jauh lebih banyak.
Everything is always given to us at the right time, just when we need it, even though we didn't even expect it. When you depend your life on Him, you will never be disappointed.

Semoga di bulan yang penuh berkah ini amal ibadah kita diterima ya sama Allah swt, amin :')


fabiayyi ala i rabbikuma tukadziban 

Monday, June 17, 2013

pelajaran hari ini

Dalam hidup kita akan selalu dihadapi dengan ujian
Bentuk ujian dari Allah swt itu ada empat; yang pertama ujian dalam bentuk ketakutan, ujian dalam bentuk kelaparan, ujian dalam bentuk harta benda dan terakhir ujian dalam bentuk jiwa dan raga.

Nah, ujian itu bisa dianalogikan dengan olahraga angkat barbel. Hasilnya akan ada dua; bisa membuat otot kita semakin kuat, atau malah membuat kita cedera. Dan hasil yang kita dapat itu bergantung pada pilihan kita sendiri. Terkadang ada orang yang terus-terusan dikasih ujian yang sama tapi tidak pernah bisa belajar, yang ada malah semakin menjauh dari Allah swt., tapi ada juga orang yang setelah dikasih ujian, dia belajar, berusaha memperbaiki diri, dan mendekatkan diri pada Sang Pencipta.

"Jika hambaKu mendekat kepadaKu sejengkal maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepadaKu sehasta maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepadaKu dengan berjalan maka Aku datang kepadanya dengan berlari-lari kecil".
(penggalan hadits Bukhari)

Semoga kita termasuk yang bisa terus belajar memperbaiki diri ya. Amin.
:')

Saturday, June 15, 2013

ayahku (bukan) pembohong

Sudah hampir sebulan sejak saya pertama mulai membaca buku ini, tapi baru beberapa jam yang lalu saya akhirnya selesai membaca buku yang hanya 299 halaman itu. Iya, itu kebiasaan jelek kalau sudah di sini, malas membaca, padahal kalau lagi pulang ke rumah bisa jadi sampai baca belasan (atau bahkan lebih) buku dalam sebulan. Rasanya selalu ada saja hal-hal yang lebih menyita perhatian saya. *alasan*              

Buku ini bercerita tentang sebuah keluarga (ayah, ibu dan seorang anak laki-laki bernama Dam) yang sangat sederhana. Mereka memang tidak kaya, tapi berkecukupan. Sang ayah hanya lah seorang pegawai negeri golongan rendah yang "mengaku" lulusan sebuah universitas hebat di Eropa, sementara sang ibu juga ibu rumah tangga pada umumnya namun mempunyai fisik yang lemah. Meski pun sang ayah hanyalah PNS biasa namun semua orang sangat menghormatinya. Ia sangat jujur dan dermawan.  Bagian awal buku ini banyak menceritakan dongeng, cerita "khayalan" tentang sang kapten, apel emas, lembah bakhara, sampai toki si kelinci nakal. Dongeng-dongeng itu merupakan cerita petualangan sang ayah saat masih muda. Dam kecil sangat mempercayai cerita-cerita ayahnya. Namun ketika ia mulai beranjak dewasa, ia tersadar akan kejanggalan-kejanggalan dalam cerita-cerita ayahnya itu. Terkadang saya sendiri suka sebal membaca cerita-cerita ayahnya yang diceritakam seolah-olah semuanya nyata, padahal banyak sekali yang tidak masuk akal. Ternyata memang saya saja yang tidak punya hati yang lapang, yang didahulukan selalu suudzonnya. :')

Iya, itu lah hikmah dari buku ini. Hikmah yang baru saya dapatkan di bagian terakhir dari buku ini. Hanya perlu sekitar 3 bab untuk menyimpulkan 27 bab sebelumnya. Tere Liye memang hebat. Bab-bab terakhir benar-benar memainkan perasaan saya; dari mulai senyum-senyum sendiri sampai nangis sesegukan. Iya, Tere Liye memang hebat. Bagaimana mungkin buku yang menceritakan dongeng seorang ayah mampu menarik hikmah yang begitu besar. Hikmah mengenai arti kebahagiaan yang sebenarnya. Mengenai hati yang lapang, mengenai hidup dalam kesederhanaan. Tere Liye memang hebat. Sudah berapa kali coba saya mengatakan hal itu? Tapi memang Tere Liye hebat! Dari pertama kali baca buku karangan Tere Liye ketika masih kelas satu SMA, he has always been my favorite writer!

Ayo penasaran kan..hehe, sungguh saya saja tidak pernah menyangka akhirannya akan sebagus ini. I'm still lost in my own words as i'm writing this now (hehe, mungkin tidak ada bedanya sih, my writings are always unreadable, sorry ._. )
I know how annoying spoilers can be, so this is why i'm not blabbering it all out and giving you a chance to (hopefully) experince it yourself. Selamat membaca :)